ALT_IMG

Hobby Membaca ??

Seringkali saya ditanya, apa hobi anda? paling mudah saya jawab, membaca! tapi akhir2 ini saya merasa ga enak hati kalau mengingatnya. Sebenarnya apa ukuran sesuatu disebut sebagai hobby?Readmore...

ALT_IMG

menatap cakrawala

Salah satu hal yang paling menyenangkan dan mendamaikan adalah melihat cakrawala, saat dimana pandangan hanya dibatasi garis tipis lurus diujung sana yang disebut cakrawala Readmore..

Alt img

Bersemilah Ramadhan

Romadhon adalah nikmat yang luar biasa bagi siapa yang menemuinya, maka sudahkah anda bersyukur atas nikmat tersebut dan menggunakannya sebaik mungkin?Readmore...

ALT_IMG

Kepolosan yang Mendamaikan

Siapapun tidak cuma saya pasti akan senang jika melihat anak kecil, berbagai tingkah lakunya bisa membuat tertawa, tahukah anda kenapa bisa seperti itu Readmore...

ALT_IMG

Featured 5

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

16.4.12

4 Langkah Awal Berwirausaha

0 komentar

Tidak jarang kita sering menjumpai seseorang yang mengatakan, "Saya akan mencoba berwirausaha suatu saat nanti." Tetapi ketika ditanya di lain waktu, orang tersebut masih mengatakan "suatu saat nanti." Alhasil mayoritas dari mereka justru  tidak pernah mewujudkan niatnya tersebut.

Kebanyakan dari orang kerap dibayangi oleh kekhawatiran akan risiko ini itu. Pikiran orang bahwa usahanya akan gagal sering kali lebih besar ketimbang keinginannya untuk menjadi pengusaha. Menurut Forbes, kemampuan untuk mengambil risiko untuk berwirausaha, sangat sedikit hubungannya dengan kepribadian seseorang. Mengambil risiko untuk berwirausaha lebih besar hubungannya terhadap bagaimana kemampuan aksebilitas dan bagaimana dia mengenal pengalaman berwirausaha.

Mereka yang dapat membayangkan dirinya sedang menjalankan bisnis, dialah yang sering bisa mewujudkan niat wirausahanya. Sedangkan mereka yang selalu dibayangi kekhwatiran bahwa wirausaha adalah sebuah hal yang menakutkan, yang penuh risiko, akhirnya tidak pernah mewujudkan niatnya.

Berikut empat tips yang diharapkan bisa membantu mewujudkan niat wirausaha Anda:


Pertama, cari teman-teman baru. Salah satu cara terbaik untuk mempelajari wirausaha adalah dengan berteman dengan sejumlah pengusaha. Tidak musti berteman dengan pengusaha yang kaya, tetapi bertemanlah dengan pelaku usaha yang biasa di mana dia bekerja untuk dirinya sendiri. Mulai dengan bergaul dengan pengusaha yang dekat dengan tempat tinggal Anda. Itu bisa membantu menciptakan pemikiran, "Jika mereka bisa, maka saya juga."
Bertemulah dengan pelaku usaha dari berbagai industri. Semakin beragam gaya kewirausahaan yang ditemui, maka semakin kaya pengalaman kita.
Lantas bagaimana jika kita tidak kenal satu orang pun pengusaha? Mulailah bertanya dengan orang-orang untuk mengenalkan Anda ke sejumlah pengusaha. Bisa juga dengan mengikuti sebuah kelompok lewat LinkedIn atau Facebook. Cari teman pelaku usaha dari sana. Siapa tahu Anda bisa banyak bertemu pengusaha lewat jejaring sosial tersebut.


Kedua, pilih sejumlah pelaku usaha sebagai panutan. Pelaku usaha yang dijadikan contoh kiranya yang sudah terbukti kesuksesannya di dunia usaha. Mungkin kita tidak bisa berbincang dengan mereka secara dekat, tapi kita bisa melakukan analisa kesuksesannya. Kita bisa memilih sejumlah merek ataupun perusahaan yang kita sukai.
Lalu, coba telaah pemilik usahanya melalui banyak hal seperti situs perusahaannya dan profil pengusahanya di media atau artikel lainnya. Bahkan mungkin ada buku mengenai otobiografi pengusaha tersebut yang bisa kita baca. Pelajari kepribadiannya dan gaya kepemimpinannya yang telah sedemikian rupa membentuk mereka atau perusahaan yang dijalankannya.


Ketiga, coba senangi bisnis kecil sebagai seorang pelanggan. Selain berteman dengan pengusaha, penting juga untuk berhubungan dengan bisnisnya. Tidak perlu langsung berpikir sebuah bisnis besar. Coba lirik sebuah bisnis kecil atau bisnis yang baru saja dimulai yang Anda sukai.
Cari tahu pengalaman atau cerita pemilik usahanya. Apa yang mereka lakukan untuk menjadi berbeda. Lantas berpikirlah sebagai seorang konsumen karena dengan cara itu Anda bisa tahu apa yang menarik yang kiranya bisa diambil sebagai masukan untuk usaha Anda.


Keempat, melawan mitos berbicara bisnis. Maksudnya, sering kali calon pelaku usaha berpikir bahwa dibutuhkan pengetahuan dan keahlian yang mumpuni untuk memulai usaha. Padahal tidak perlu menjadi lulusan MBA untuk berwirausaha.
Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan berbisnis? Coba berlangganan sebuah majalah bisnis dan baca sesuatu yang Anda suka. Melalui hal itu, Anda bisa melihat bagaimana seseorang mengembangkan bisnisnya ataupun bagaimana menangani suatu masalah dalam berbisnis.
Jika Anda telah mulai berteman dengan pelaku usaha, belajar banyak dengan membaca apa pun, berpikir lebih mengenai seperti apa menjadi seorang pengusaha, maka Anda akan tahu bahwa berbisnis tidak semenakutkan yang Anda pikir selama ini. Anda pun tidak perlu menunggu suatu waktu untuk menjadi wirausahawan, tapi sesegera mungkin.

Continue reading →
12.4.12

Anda Sebagai Penumpang atau Pengemudi?

0 komentar
Tadi saya membaca sebuah artikel di web pengusahamuslim.com dengan judul "Anda Sebagai Penumpang atau Pengemudi?"

ada beberapa pelajaran yang saya dapatkan dari artikel tersebut
1. Kesadaran / pilihan
ketika ada yang bertanya pada diri anda "Anda Sebagai Penumpang atau Pengemudi?" maka anda harus melihat pada diri anda, anda harus melihat posisi anda, sebagai penumpang atau pengemudikah saat ini?
kemudian anda tidak cukup hanya menyadari posisi anda, kemudain anda harus memutuskan mau jadi penumpang atau pengemudi? seperti pada artikel sebelumnya.

2. Agenda
Entah sebagai penumpang / pengemudi anda harus memiliki agenda yang jelas.

3. Keyakinan
"Saat Anda yakin dengan instrumen Anda, dalam agenda, Anda bisa melakukan lebih banyak, lebih baik, dan hasil yang lebih baik"

Berikut ini adalah artikelnya :
------------


Anda Sebagai Penumpang atau Pengemudi?
Jika ada hal yang sangat saya yakini pada konsep ini, saya tidak begitu yakin jika ada. Jika saya harus menjelaskan satu konsep, maka jadilah. Saya membicarakan tentang filosofi terkait dengan memiliki dan mengendarai agenda yang dimiliki. Ini merupakan dasar apapun yang saya yakini akan membuat Anda dan orang lain lebih sukses, lebih tertata, tekanan yang berkurang dan pada akhirnya membuat diri mereka lebih bahagia. Saya pribadi tidak menyukai perilaku "satu ukuran yang cocok untuk semua" dan ini mungkin menjadi tamparan tapi saya bersedia mengambil resiko tersebut.
Memiliki dan mengendarai agenda personal menandakan Anda seorang pengendara, bukan penumpang. Artinya Anda harus menempatkan diri pada posisi untuk mencapai apa yang ingin diraih dan tidak mudah merasa kasihan dan tumpuan keinginan orang disekitar Anda. Ini adalah posisi pentingg yang harus diambil. Tidak menempatkan diri Anda di tempat duduk pengendara, tidak memiliki agenda dan tidak menggunakannya akan membuat setiap orang dan semua disekitar Anda mendikte Anda apa yang harus dan tidak boleh dilakukan. Inilah yang membedakan antara Anda akan bekerja dan menginginkan menyelesaikan 3 tugas yang spesifik, mengerjakan dan menyelesaikannya dibandingkan dengan bekerja tanpa adanya agenda, dan hanya mengikuti alur. Anehnya, sekitar 95% orang diluar sana melakukan hal tersebut. Tanpa rencana, tanpa agenda, dan mereka menjadi penumpang permanen.
Ada dua bagian dalam persamaan ini. Bagian pertama adalah dengan memiliki agenda. Ada beberapa kategori agenda; kita hanya membahas versi sehari-hari. Masing-masing hari dan setiap hari, baik hari kerja atau personal, Anda harus memiliki outline mendetail apa yang ingin Anda selesaikan hari itu. Sebuah aturan yang sederhana: semakin detil agenda, semakin baik peluang yang Anda miliki untuk mencapainya. Detail datang dengan apapun sistem yang Anda gunakan untuk mengelola waktu Anda. Agenda Anda akan menjadi detil garis besar penggunaan waktu sehari-hari. Waktu yang Anda investasikan dengan tepat dalam menetapkan Manajemen Waktu setiap harinya, akan memberikan dividen yang besar di akhir hari. Ada hubungan langsung dan tidak terbantahkan antara hasil yang positif dan waktu yang Anda gunakan dalam menyusun agenda. Jangan bingung dengan waktu yang Anda gunakan untuk eksekusi agenda, dengan waktu yang Anda gunakan untuk menyusunnya.
Inilah yang membuat orang sukses berbeda dengan orang yang tidak sukses. Mereka bisa membuat waktu bekerja untuk mereka. Mereka bisa memaksimalkan upaya mereka dan menghasilkan hasil yang lebih banyak dengan diluar kerangka waktu yang sama dibandingkan orang yang tidak mempelajari perlajaran tersebut. Pelajarannya adalah mereka telah mempelajari dengan baik untuk menginvestasikan sejumlah kecil waktunya di spot yang tepat, dengan kegiatan yang tepat, akan membawa benefit yang besar pada saat pelaksanaan. Dalam kasus ini, review dilakukan di penghujung hari. Investasi waktu yang saya maksudkan adalah sejumlah kecil yang dibutuhkan untuk menyusun agenda diawal hari. Konsep yang sederhana, mudah diterapkan.
Berapa banyak waktu yang kita butuhkan disini, 30 menit? 2 jam? Berapa lama dibutuhkan untuk menyusun agenda seseorang setiap harinya? Ini merupakan proses yang tidak berawal dan memiliki tombol stop. Ini berevolusi dan berubah secara konstan, seperti Daftar Kehidupan Anda, Saluran aktivitas, daftar prioritas, To Do List, dan kondite manajeman waktu, semuanya adalah alat yang Anda gunakan untuk mengatur dan menjadi lebih produktif. Saya sadar bahwa saya tidak cukup membantu karena Anda menginginkan waktu tertentu yang bukan merupakan jawaban yang bisa saya berikan. Yang bisa yang saya katakan adalah: setiap detik yang Anda gunakan dalam proses ini akan kembali pada Anda sepuluh kali lipat sebagai peningkatan benefit Anda. Waktu yang digunakan untuk menyusun, menetapkan dan memiliki agenda adalah salah satu cara memaksimalkan diri Anda.
Anda memiliki agenda, sekarang apa yang akan Anda lakukan dengannya? Anda yang mengendalikannya, itulah apa yang Anda kerjakan. Anda tidak perlu membuang waktu berharga untuk membuat karya ini. Ini adalah saat dimana Anda tahu melakukan kegiatan yang tepat di saat yang tepat, tanpa ragu, tanpa tebakan ke dua, dan semuanya dilakukan dalam fase persiapan. Ini adalah tahap produksi; dimana To Do List menjadi Done List. Anda bisa berupaya keras dalam tahap ini karena Anda memiliki keyakinan apa yang Anda lakukan adakah memberikan pemasukan yang besar. Jangan meremehkan faktor keyakinan; ini memainkan peran yang besar dalam kuantitas dan kualitas output Anda dalam tahap menerapkan agenda. Mungkin Anda terheran-heran bagaimana seorang pilot pesawat bisa terbang setinggi 35,000 ribuan kaki di udara, satu jam mengendarai 500 mil dalam kegelapan, melakukannya tanpa takut menabrak sesuatu, pesawat lain misalnya? Dia memiliki keyakinan dengan instrumennya, yang merupakan satu-satunya yang bisa dia operasikan. Saat Anda yakin dengan instrumen Anda, dalam agenda, Anda bisa melakukan lebih banyak, lebih baik, dan hasil yang lebih baik.
Oleh: Bryan Beckstead adalah pencipta dan pengembang Power Time System dan Power Productivity Maximizer serta pemilik Sitebizz.com. powertimesystem.com.
Sumber: Article Source: http://www.leadershiparticles.net
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com
Continue reading →

Free psd Files

0 komentar
Berikut ini adalah web-web tempat download file-file psd gratis.

Buat nubie kayak saya, yang ga terlalu ngerti konsep dan aplikasi design, web-web seperti ini sangat membantu.

http://freepsdfiles.net/
http://psdho.me/
http://www.pixeden.com/

disitu bisa download aneka psd files untuk brosur, kartu nama, katalog, icon dll
Continue reading →
11.4.12

Rindu

0 komentar

Rindu

seperti pencuri
yang mengendap endap
menungguku lengah

licik,
tak henti menebar jebakan
berharap aku segera terjerembab..

dan benar saja
sedikit saja aku lengah
terbujuk rayunya
segera tanpa ampun ia
menyungkurkanku..

..............................


Continue reading →

Kisah Sabar Yang Sangat Mengagumkan

0 komentar
Berikut ini adalah salah satu kisah tentang kesabaran yang sangat luar biasa. Setiap kita pasti pernah merasakan beratnya ujian dalam hidup ini, tapi tidak setiap kita mampu menghadapinya dengan benar.
Berikut ini salah satu kisah yang bisa petik pelajaran darinya, semoga bermanfaat..
--

Prof. Dr. Khalid al-Jubair penasehat spesialis bedah jantung dan urat nadi di rumah sakit al-Malik Khalid di Riyadh mengisahkan sebuah kisah pada sebuah seminar dengan tajuk Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan). Mari sejenak kita merenung bersama, karena dalam kisah tersebut ada nasihat dan pelajaran yang sangat berharga bagi kita.

Sang dokter berkata:
Pada suatu hari -hari Selasa- aku melakukan operasi pada seorang anak berusia 2,5 tahun. Pada hari Rabu, anak tersebut berada di ruang ICU dalam keadaan segar dan sehat.
Pada hari Kamis pukul 11:15 -aku tidak melupakan waktu ini karena pentingnya kejadian tersebut- tiba-tiba salah seorang perawat mengabariku bahwa jantung dan pernafasan anak tersebut berhenti bekerja. Maka akupun pergi dengan cepat kepada anak tersebut, kemudian aku lakukan proses kejut jantung yang berlangsung selama 45 menit. Selama itu jantungnya tidak berfungsi, namun setelah itu Allah Subhanaahu wa Ta`ala menentukan agar jantungnya kembali berfungsi. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta`ala .
Kemudian aku pergi untuk mengabarkan keadaannya kepada keluarganya, sebagaimana anda ketahui betapa sulit mengabarkan keadaan kepada keluarganya jika ternyata keadaannya buruk. Ini adalah hal tersulit yang harus dihadapi oleh seorang dokter. Akan tetapi ini adalah sebuah keharusan. Akupun bertanya tentang ayah si anak, tapi aku tidak mendapatinya. Aku hanya mendapati ibunya, lalu aku katakan kepadanya: "Penyebab berhentinya jantung putramu dari fungsinya adalah akibat pendarahan yang ada pada pangkal tenggorokan dan kami tidak mengetahui penyebabnya. Aku kira otaknya telah mati."
Coba tebak, kira-kira apa jawaban ibu tersebut?
Apakah dia berteriak? Apakah dia histeris? Apakah dia berkata: "Engkaulah penyebabnya!"
Dia tidak berbicara apapun dari semua itu bahkan dia berkata: "Alhamdulillah." Kemudian dia meninggalkanku dan pergi.

Sepuluh hari berlalu, mulailah sang anak bergerak-gerak. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta`ala serta menyampaikan kabar gembira sebuah kebaikan yaitu bahwa keadaan otaknya telah berfungsi.

Pada hari ke-12, jantungnya kembali berhenti bekerja disebabkan oleh pendarahan tersebut. Kami pun melakukan proses kejut jantung selama 45 menit, dan jantungnya tidak bergerak. Maka akupun mengatakan kepada ibunya: "Kali ini menurutku tidak ada harapan lagi." Maka dia berkata: "Alhamdulillah, ya Allah jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia wahai Rabbi."

Maka dengan memuji Allah, jantungnya kembali berfungsi, akan tetapi setelah itu jantung kembali berhenti sampai 6 kali hingga dengan ketentuan Allah Subhanaahu wa Ta`ala spesialis THT berhasil menghentikan pendarahan tersebut, dan jantungnya kembali berfungsi.

Berlalulah sekarang 3,5 bulan, dan anak tersebut dalam keadaan koma, tidak bergerak. Kemudian setiap kali dia mulai bergerak dia terkena semacam pembengkakan bernanah aneh yang besar di kepalanya, yang aku belum pernah melihat semisalnya. Maka kami katakan kepada sang ibu bahwa putra anda akan meninggal. Jika dia bisa selamat dari kegagalan jantung yang berulang-ulang, maka dia tidak akan bisa selamat dengan adanya semacam pembengkakan di kepalanya. Maka sang ibu berkata: "Alhamdilillah." Kemudian meninggalkanku dan pergi. Setelah itu, kami melakukan usaha untuk merubah keadaan segera dengan melakukan operasi otak dan urat syaraf serta berusaha untuk menyembuhkan sang anak. Tiga minggu kemudian, dengan karunia Allah Subhanaahu wa Ta`ala , dia tersembuhkan dari pembengkakan tersebut, akan tetapi dia belum bergerak.

Dua minggu kemudian, darahnya terkena racun aneh yang menjadikan suhunya 41,2oC. maka kukatakan kepada sang ibu: "Sesungguhnya otak putra ibu berada dalam bahaya besar, saya kira tidak ada harapan sembuh." Maka dia berkata dengan penuh kesabaran dan keyakinan: "Alhamdulillah, ya Allah, jika pada kesembuhannya terdapat kebaikan, maka sembuhkanlah dia."

Setelah aku kabarkan kepada ibu anak tersebut tentang keadaan putranya yang terbaring di atas ranjang nomor 5, aku pergi ke pasien lain yang terbaring di ranjang nomor 6 untuk menganalisanya. Tiba-tiba ibu pasien nomor 6 tersebut menagis histeris seraya berkata: "Wahai dokter, kemari, wahai dokter suhu badannya 37,6o, dia akan mati, dia akan mati." Maka kukatakan kepadanya dengan penuh heran: "Lihatlah ibu anak yang terbaring di ranjang no 5, suhu badannya 41o lebih sementara dia bersabar dan memuji Allah." Maka berkatalah ibu pasien no. 6 tentang ibu tersebut: "Wanita itu tidak waras dan tidak sadar."

Maka aku mengingat sebuah hadits Rasulullah Sholallohu `alaihi wa sallam yang indah lagi agung:
(طُوْبَى لِلْغُرَبَاِء) "Beruntunglah orang-orang yang asing." Sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, akan tetapi keduanya menggoncangkan ummat. Selama 23 tahun bekerja di rumah sakit aku belum pernah melihat dalam hidupku orang sabar seperti ibu ini kecuali dua orang saja.

Selang beberapa waktu setelah itu ia mengalami gagal ginjal, maka kami katakan kepada sang ibu: "Tidak ada harapan kali ini, dia tidak akan selamat." Maka dia menjawab dengan sabar dan bertawakkal kepada Allah: "Alhamdulillah." Seraya meninggalkanku seperti biasa dan pergi.

Sekarang kami memasuki minggu terakhir dari bulan keempat, dan anak tersebut telah tersembuhkan dari keracunan. Kemudian saat memasuki pada bulan kelima, dia terserang penyakit aneh yang aku belum pernah melihatnya selama hidupku, radang ganas pada selaput pembungkus jantung di sekitar dada yang mencakup tulang-tulang dada dan seluruh daerah di sekitarnya. Dimana keadaan ini memaksaku untuk membuka dadanya dan terpaksa menjadikan jantungnya dalam keadaan terbuka. Sekiranya kami mengganti alat bantu, anda akan melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda..

Saat kondisi anak tersebut sampai pada tingkatan ini aku berkata kepada sang ibu: "Sudah, yang ini tidak mungkin disembuhkan lagi, aku tidak berharap. Keadaannya semakin gawat." Diapun berkata: "Alhamdulillah." Sebagaimana kebiasaannya, tanpa berkata apapun selainnya.

Kemudian berlalulah 6,5 bulan, anak tersebut keluar dari ruang operasi dalam keadaan tidak berbicara, melihat, mendengar, bergerak dan tertawa. Sementara dadanya dalam keadaan terbuka yang memungkinkan bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda, dan ibunyalah yang membantu mengganti alat-alat bantu di jantung putranya dengan penuh sabar dan berharap pahala.

Apakah anda tahu apa yang terjadi setelah itu?
Sebelum kukabarkan kepada anda, apakah yang anda kira dari keselamatan anak tersebut yang telah melalui segala macam ujian berat, hal gawat, rasa sakit dan beberapa penyakit yang aneh dan kompleks? Menurut anda kira-kira apa yang akan dilakukan oleh sang ibu yang sabar terhadap sang putra di hadapannya yang berada di ambang kubur itu? Kondisi yang dia tidak punya kuasa apa-apa kecuali hanya berdo'a, dan merendahkan diri kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala ?

Tahukah anda apa yang terjadi terhadap anak yang mungkin bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda 2,5 bulan kemudian?
Anak tersebut telah sembuh sempurna dengan rahmat Allah Subhanaahu wa Ta`ala sebagai balasan bagi sang ibu yang shalihah tersebut. Sekarang anak tersebut telah berlari dan dapat menyalip ibunya dengan kedua kakinya, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang pernah menimpanya. Dia telah kembali seperti sedia kala, dalam keadaan sembuh dan sehat.

Kisah ini tidaklah berhenti sampai di sini, apa yang membuatku menangis bukanlah ini, yang membuatku menangis adalah apa yang terjadi kemudian:
Satu setengah tahun setelah anak tersebut keluar dari rumah sakit, salah seorang kawan di bagian operasi mengabarkan kepadaku bahwa ada seorang laki-laki berserta istri bersama dua orang anak ingin melihat anda. Maka kukatakan kepadanya: "Siapakah mereka?" Dia menjawab, "tidak mengenal mereka."

Akupun pergi untuk melihat mereka, ternyata mereka adalah ayah dan ibu dari anak yang dulu kami operasi. Umurnya sekarang 5 tahun seperti bunga dalam keadaan sehat, seakan-akan tidak pernah terkena apapun, dan juga bersama mereka seorang bayi berumur 4 bulan.

Aku menyambut mereka, dan bertanya kepada sang ayah dengan canda tentang bayi baru yang digendong oleh ibunya, apakah dia anak yang ke-13 atau 14? Diapun melihat kepadaku dengan senyuman aneh, kemudian dia berkata: "Ini adalah anak yang kedua, sedang anak pertama adalah anak yang dulu anda operasi, dia adalah anak pertama yang datang kepada kami setelah 17 tahun mandul. Setelah kami diberi rizki dengannya, dia tertimpa penyakit seperti yang telah anda ketahui sendiri."

Aku tidak mampu menguasai jiwaku, kedua mataku penuh dengan air mata. Tanpa sadar aku menyeret laki-laki tersebut dengan tangannya kemudian aku masukkan ke dalam ruanganku dan bertanya tentang istrinya. Kukatakan kepadanya: "Siapakah istrimu yang mampu bersabar dengan penuh kesabaran atas putranya yang baru datang setelah 17 tahun mandul? Haruslah hatinya bukan hati yang gersang, bahkan hati yang subur dengan keimanan terhadap Allah Subhanaahu wa Ta`ala ."

Tahukah anda apa yang dia katakan?
Diamlah bersamaku wahai saudara-saudariku, terutama kepada anda wahai saudari-saudari yang mulia, cukuplah anda bisa berbangga pada zaman ini ada seorang wanita muslimah yang seperti dia.

Sang suami berkata: "Aku menikahi wanita tersebut 19 tahun yang lalu, sejak masa itu dia tidak pernah meninggalkan shalat malam kecuali dengan udzur syar'i. Aku tidak pernah menyaksikannya berghibah (menggunjing), namimah (adu domba), tidak juga dusta. Jika aku keluar dari rumah atau aku pulang ke rumah, dia membukakan pintu untukku, mendo'akanku, menyambutku, serta melakukan tugas-tugasnya dengan segenap kecintaan, tanggung jawab, akhlak dan kasih sayang."

Sang suami menyempurnakan ceritanya dengan berkata: "Wahai dokter, dengan segenap akhlak dan kasih sayang yang dia berikan kepadaku, aku tidak mampu untuk membuka satu mataku terhadapnya karena malu." Maka kukatakan kepadanya: "Wanita seperti dia berhak mendapatkan perlakuan darimu seperti itu." Kisah selesai.

Kukatakan:
Saudara-saudariku, kadang anda terheran-heran dengan kisah tersebut, yaitu terheran-heran terhadap kesabaran wanita tersebut, akan tetapi ketahuilah bahwa beriman kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala dengan segenap keimanan dan tawakkal kepada-Nya dengan sepenuhnya, serta beramal shalih adalah perkara yang mengokohkan seorang muslim saat dalam kesusahan, dan ujian. Kesabaran yang demikian adalah sebuah taufik dan rahmat dari Allah Subhanaahu wa Ta`ala .

Allah Subhanaahu wa Ta`ala berfirman:
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah: 155-157)

Nabi Sholallohu `alaihi wa sallam bersabda:
"Tidaklah menimpa seorang muslim dari keletihan, sakit, kecemasan, kesedihan tidak juga gangguan dan kesusahan, hingga duri yang menusuknya, kecuali dengannya Allah Subhanaahu wa Ta`ala akan menghapus kesalahan-kesalahannya." (HR. al-Bukhari (5/2137))

Maka, wahai saudara-saudariku, mintalah pertolongan kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala , minta dan berdo'alah hanya kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala terhadap berbagai kebutuhan anda sekalian.

Bersandarlah kepada-Nya dalam keadaan senang dan susah. Sesungguhnya Dia Subhanaahu wa Ta`ala adalah sebaik-baik pelindung dan penolong.

Mudah-mudahan Allah Subhanaahu wa Ta`ala membalas anda sekalian dengan kebaikan, serta janganlah melupakan kami dari do'a-do'a kalian.

"Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)." (QS. Al-A'raf: 126)

----------------------
Penulis: Mamduh Farhan al-Buhairi
Dari Kaset Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan)



sumber : http://ahsan.tv/component/content/article/48-akhlak/641-kisah-sabar-yang-paling-mengagumkan.html
Continue reading →