ALT_IMG

Hobby Membaca ??

Seringkali saya ditanya, apa hobi anda? paling mudah saya jawab, membaca! tapi akhir2 ini saya merasa ga enak hati kalau mengingatnya. Sebenarnya apa ukuran sesuatu disebut sebagai hobby?Readmore...

ALT_IMG

menatap cakrawala

Salah satu hal yang paling menyenangkan dan mendamaikan adalah melihat cakrawala, saat dimana pandangan hanya dibatasi garis tipis lurus diujung sana yang disebut cakrawala Readmore..

Alt img

Bersemilah Ramadhan

Romadhon adalah nikmat yang luar biasa bagi siapa yang menemuinya, maka sudahkah anda bersyukur atas nikmat tersebut dan menggunakannya sebaik mungkin?Readmore...

ALT_IMG

Kepolosan yang Mendamaikan

Siapapun tidak cuma saya pasti akan senang jika melihat anak kecil, berbagai tingkah lakunya bisa membuat tertawa, tahukah anda kenapa bisa seperti itu Readmore...

ALT_IMG

Featured 5

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
29.1.13

Tawakallah seperti Seekor Burung

0 komentar
Anda pernah melihat lumbung padi? Atau paling kurang gudang beras milik bulog?
Anda pernah melihat gudang makanan?

Subhanallah, berbagai jenis makanan dan kebutuhan manusia kini banyak memiliki gudang penyimnanannya. Bahkan gudang untuk menyimpan stok makanan hingga beberapa bulan lamanya.
Namun pernahkah anda menemukan seekor burung yang memiliki gudang untuk menyimpan makanannya?
 

Walau demikian, adakah anda menemukan burung yg membuka layanan konsultasi bg orang yg mengalami gangguan jiwa? Atau pernahkah anda menemukan rumah sakit jiwa bagi burung2 yg jatuh bangkrut atau pailit?
 

Setiap burung di pagi hari berkicau riang walau mrk sdng lapar, menggambarkan optimisme yg tinggi, dan di sore haru juga demikian, semuanya riang krn tlh kenyang.

لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا
 

Andai kalian benar2 bertawakkal kepada Allah niscaya Allah melimpahkan rizqi kpd kalian, sebagaimana Allah melimpahkan rizki kpd burung2 yg setiap pagi keluar dr sangkarnya dlm kondisi lapar dan di sore hari pulang dlm kondisi kenyang. ( ahmad dll)

*status terbaru http://www.facebook.com/muhammadarifin.badri/
Continue reading →
31.7.12

Membunuh atau Terbunuh oleh Waktu

0 komentar
jam pasir
Berikut ini adalah nasehat dan renungan terkait dengan waktu, waktu yang sering kita sia siakan, waktu yang sering kita buang percuma, waktu yang seringkali kita dibuat bingung olehnya bagaimana membunuh waktu itu, waktu yang tanpa sadar "membunuh" kita..

Sesungguhnya waktu merupakan hal-hal yang semua manusia sama di hadapannya. Maka waktu yang ada padamu seperti waktu yang ada pada al-Imam Ibnul Jauzi misalnya, yang dia pernah berkata tentang dirinya: “Telah kutulis dengan kedua jariku ini dua ribu jilid buku, dan telah bertaubat melalui tanganku seratus ribu orang, serta telah masuk Islam melalui tanganku dua puluh ribu Yahudi dan Nasrani.”

---


Bagaimanakah caranya untuk merealisasikan keinginan-keinginan atau tujuan kita dalam waktu yang sesingkat singkatnya dan dengan usaha yang seminim minimnya?!

Untuk mewujudkan keinginan atau tujuan-tujuan tersebut , anda harus mengusai waktu:

Di dalam diri setiap kita sering berkecamuk kata-kata “aku ingin menjadi……” Ungkapan itu selalu berawal dari sesuatu yg besar kemudian tidak lama setelah itu berangsur-angsur hilang. Maka apa sebab semua cita-cita atau impian kita tidak berubah menjadi sebuah kenyataan yang bisa disentuh?!

Sesungguhnya, agar tujuan itu bisa tercapai, sebaiknya harus dibatasi dari sisi ukuran dan waktu, karena keinginan dan waktu dua hal yang tidak bisa dipisah satu sama lain, tidak mungkin untuk merealisasikan yang satu dengan mengesampingkan yang lain.

Maka seseorang yang membatasi keinginan/cita-cita dalam hidupnya, dialah satu-satunya orang yang mampu mengatur waktunya secara cakap dan profesional, yang mewujudka keinginannya sejauh manfaat yang bisa dia ambil dari tujuannya tersebut. Pada sisi lain orang yang membatasi tujuan/keinginanya haruslah memiliki titik permulaan dan titik penghabisan dengan cara meletakkan rentang waktu tertentu dalam proses perwujudan tujuan-tujuan itu.

Dr. Ibrohim al-Fiqi mengatakan: “Tujuan anda harus memiliki bingkai waktu, karena dengan waktu itu anda dapat merealisasikan tujuan-tujuananda.” Tidaklah terlalu berlebihan dalam hal ini, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan kepada kita dalam kitab-Nya yang mulia, bahwa Dia telah memberi batasan tujuan untuk kita yaitu “masuk surga”, kemudian memberi batasan waktu yang memungkinkan kita untuk mewujudkan tujuan itu di dalamnya, yaitu: dunia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ (١٠)

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu.” (al-Munafiqun: 10)

Maka apabila tujuan yang sangat besar dalam kehidupan yaitu masuk surga tidak akan terwujud kecuali melalui jangka waktu yang terbatas maka bagaimana dengan tujuan-tujuan yang lainnya?!

Jadi, setiap orang yang meletakkan cita atau tujuan dalam dirinya haruslah membatasinya dengan waktu tertentu. Maka tujuan atau cita-cita yang tak memiliki bingkai waktu tidak lain hanyalah impian-impian kosong. Jika kita menyetui hal itu maka kita harus bisa menjawab pertanyaan yang mengambang di permukaan secara langsung, yaitu:

“Apakah kita memiliki waktu yang cukup untuk mewujudkan tujuan/cita-cita kita?!”

Kita memiliki semua waktu yang kita butuhkan

Sesungguhnya pikiran bahwa manusia telah menginvestasikan seluruh waktu mereka adalah tidak benar sama sekali, sebagaimana keluhan habisnya waktu atau kurangnya waktu merupakan usaha atau sikap yang sia-sia atau tidak produktif serta membuang waktu dan tenaga dengan percuma. Maka setiap orang memiliki 24 jam dalam sehari atau 1.440 menit pas, tidak lebih dan tidak kurang. Terkadang anda berharap untuk memiliki waktu tambahan lebih banyak dari waktu yang ada pada anda. Apa anda kira ini mungkin?

Sesungguhnya waktu merupakan hal-hal yang semua manusia sama di hadapannya. Maka waktu yang ada padamu seperti waktu yang ada pada al-Imam Ibnul Jauzi misalnya, yang dia pernah berkata tentang dirinya: “Telah kutulis dengan kedua jariku ini dua ribu jilid buku, dan telah bertaubat melalui tanganku seratus ribu orang, serta telah masuk Islam melalui tanganku dua puluh ribu Yahudi dan Nasrani.”

Waktu yang ada pada anda juga sama dengan yang ada pada al-Imam Ibnu Jarir ath-Thabari yang menetap selama 40 tahun dalam keadaan menulis setiap hari 40 lembar sehingga beliau rahimahullah telah menulis jumlah yang mendekati 584.000 lembar.

Waktu yang ada pada anda juga sama dengan yang ada pada Ibnu al-Haitsam, Ibnu an-Nafis, Newton, Einstein dan lain lain.

Setiap orang memiliki waktu itu sendiri, akan tetapi siapakah yang mau mengeksploitasi/memanfaatkan waktu yang ada padanya?!

Waktu akan hilang atau diluangkan akan tetapi selamanya tidak akan tersimpan

Dari sinilah perhatian Salafu ash-shaleh terhadap waktu amat besar. Al-Imam Ibnu al-Jauzi pernah berwasiat dalam salah satu wasiat dari wasiat-wasiatnya yang sangat berharga yang terhimpun dalam risalahnya yang sangat berkualitas “Risalah ila Waladi (pesan untuk anakku) ”. Dalam sebuah wasiat yang beliau tulis untuk anaknya, Abul Qosim Badruddin, beliau berpesan: “Ketahuilah bahwa hari-hari menghamparkan waktu, dan waktu membentangkan nafas-nafas, dan setiap nafas adalah tempat penyimpanan, maka berhati-hatilah jangan sampai nafas melayang tanpa sesuatu, maka engkau akan melihat pada hari kiamat tempat penyimpanan yang kosong lalu kau menyesal.”

Para Salaf pernah bertutur: “Salah satu dari tanda kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah tersia-siakannya waktu.”

Mereka juga pernah mengatakan: “Waktu adalah pedang, jika engkau tidak memotongnya maka dialah yang memotongmu.”

Ungkapan bervariasi namun maknanya tetap satu yaitu: “Malam dan siang bergerak cepat berbuat terhadapmu, maka berbuatlah terhadap mereka berdua.”

Tujuan haruslah mempunyai batasan waktu, dan waktu berada diantara orang yang meluangkan waktu dan menyia-nyiakannya. Maka yang menjadi pertanyaan adalah: bagaimanakah kita meluangkan waktu untuk mewujudkan tujuan dan meraih cita-ita kita?

Untuk meluangkan menit-menit anda harus membuat perencanaan

Tidak ada cara untuk meluangkan menit-menit tersebut yang paling baik kecuali dengan perencanaan.

Apakah anda mengetahui bahwa setiap menit yang kita pergunakan dalam perencanaan berarti memperkecil waktu yang dibutuhkan rata-rata 1 sampai 4 menit? Apabila anda menghabiskan waktu 10 menit berarti waktu dihemat sekitar 30 sampai 40 menit, apabila engkau menghabiskan waktu 1 jam maka engkau menghemat waktu mendekati 3 sampai 4 jam.

Dan selanjutnya mungkin engkau akan dapat mengontrol 15 menit dari perencanaan dengan efesiensi kerja sehari penuh.

Kebanyakan apa yang dikatakan orang-orang bahwa perencanaan hanya membuang waktu, maka saya katakan kepada anda jika anda yakin bahwasanya anda tidak memiliki waktu untuk membuat perencanaan maka ketahuilah bahwa perencanaan memberimu tambahan waktu dan letakanlah selalu hikmah ini di depan kedua matamu: Apabila engkau menghabiskan menit-menit dengan bijaksana, maka jam-jam dan hari-hari akan bermakna dengan sendirinya

sumber :

http://blog.bursamuslim.com/bagaimana-merencanakan-kehidupan-anda/
Continue reading →
24.7.12

FB vs The Holy Book

0 komentar
Hari ini di fb banyak dishare gambar berikut ini :

fb vs quran

Simple tapi cukup menohok, bagi seorang muslim tentunya.
Saya tidak akan bertanya apa jawaban anda, biarlah hati anda yang menjawabnya.

Sungguh menyedihkan melihat kenyataan yang ada, sebagai seorang muslim, kita ternyata masih sangat jauh dengan buku induk kita. Sebuah "manual book"yang datang dari Sang Pencipta kita, Allah Rabbul 'Alamin. Sebuah kitab yang berisi petunjuk hidup, pedoman hidup.

Maka sudah sepantasnya, bulan ramadhan ini kita jadikan momentum untuk memperbaiki diri, salah satunya dengan banyak-banyak membaca Al Quran dan mentaddaburinya, karena ramadhan adalah syahrul qur'an.
Continue reading →
10.5.12

Challenge to Change

0 komentar

If it doesn't challenge you, it doesn't change you
Continue reading →
30.4.12

Keutamaan Perniagaan dan Pengusaha Muslim

0 komentar





Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz
Terdapat beberapa hadits shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam yang menerangkan keutamaan berdagang dan bekerja dengan jalan yang halal. Diantaranya:
HADITS PERTAMA:
1.Dari Al-Miqdam radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ ، وَإِنَّ نَبِىَّ اللَّهِ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
“Tidaklah seseorang mengkonsumsi makanan yang lebih baik dari makanan yang dihasilkan dari jerih payah tangannya sendiri. Dan sesungguhnya nabi Daud ‘alaihissalam dahulu senantiasa makan dari jerih payahnya sendiri.” (HR. Bukhari, Kitab al-Buyu’, Bab Kasbir Rojuli wa ‘Amalihi Biyadihi II/730 no.2072).
HADITS KEDUA:  
2.Dan di dalam riwayat lain, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ما كسب الرجل كسباً أطيب من عمل يده، وما أنفق الرجل على نفسه وأهله وولده وخادمه فهو صدقة
“Tidaklah seseorang memperoleh suatu penghasilan yang lebih baik dari jerih payah tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahi dirinya, istrinya, anaknya dan pembantunya melainkan ia dihitung sebagai shodaqoh.” (HR. Ibnu Majah di dalam As-Sunan, Kitab At-Tijaroot Bab Al-Hatstsu ‘Ala Al-Makasibi, no.2129. al-Kanani berkata, ‘Sanadnya Hasan’, Lihat Mishbah Az-Zujajah III/5).
HADITS KETIGA:
3.Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
التاجر الصدوق الأمين مع النبيين والصديقين والشهداء
“Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang yang mati syahid.” (HR. Tirmidzi, Kitab Al-Buyu’ Bab Ma Ja-a Fit Tijaroti no. 1130)
HADITS KEEMPAT:
4. Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إن أطيب الكسب كسب التجار الذي إذا حدثوا لم يكذبوا و إذا ائتمنوا لم يخونوا و إذا وعدوا لم يخلفوا و إذا اشتروا لم يذموا و إذا باعوا لم يطروا و إذا كان عليهم لم يمطلوا و إذا كان لهم لم يعسروا).
“Sesungguhnya sebaik-baik penghasilan ialah penghasilan para pedagang yang mana apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela, apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berhutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam Syu’abul Iman, Bab Hifzhu Al-Lisan IV/221).
HADITS KELIMA:
5. Dari Rafi’ bin Khadij radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ada seseorang bertanya, “Penghasilan apakah yang paling baik, Wahai Rasulullah?” Beliau jawab:
عمل الرجل بيده وكل بيع مبرور
“Penghasilan seseorang dari jerih payah tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad di dalam Al-Musnad no.16628)
6. Dan sejarah kehidupan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun menunjukkan bahwa beliau dan sebagian para sahabatnya adalah para pedagang professional.
BEBERAPA PELAJARAN PENTING DAN FAEDAH ILMIYAH YANG TERKANDUNG DI DALAM HADITS-HADITS DI ATAS:
1. Agama Islam agama yang paling sempurna dalam segala hal. Diantara bukti kesempurnaan agama Islam dan rahmatnya bagi alam semesta, syariatnya menganjurkan kepada umatnya agar bekerja dan berbisnis dengan jalan yang benar dan menjauhi segala hal yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya. Karena tiada suatu perkara pun yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya melainkan perkara tersebut akan mendatangkan bencana dan mudharat bagi para pelakunya.
2. Berdagang merupakan salah satu profesi yang sangat mulia dan utama selagi dijalankan dengan jujur dan sesuai dengan aturan serta tidak melanggar batas-batas syari’at yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah.
3. Hendaknya seorang pengusaha membekali dirinya dengan bekal keimanan dan ilmu syar’i, khususnya yg berkaitan dengan fikih muamalah dan bisnis agar bisa menjadi pengusaha yang baik dan benar serta tidak terjerumus dalam hal-hal yang haram.
4. Hendaknya seorang pengusaha menghiasi dirinya dengan akhlak islami yang mulia seperti jujur, pemurah, amanah, kasih sayang, dsb, sebagaimana yg diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
5. Seorang pengusaha hendaknya melandasi bisnis dan perniagaannya dengan niat yg baik dan ikhlas karena Allah, agar profesi yg dijalankannya mendatangkan pahala dan keridhoan dari Allah karena bernilai ibadah yg agung.
6. Penghasilan yg diperoleh dari perniagaan dan pekerjaan lainnya akan mengandung berkah dan manfaat yg banyak jika diperoleh dengan jalan yg baik dan benar serta diinfaqkan dan dikeluarkan zakatnya (jika tlh terpenuhi syarat wajib zakat) dan diinfaqkan di jalan yg Allah ridhoi.
7. Bisnis dan profesi apapun beserta keuntungannya akan menjadi musibah dan petaka bagi pelakunya di dalam kehidupan dunia dan akhirat jika dilakukan dengan cara-cara yg diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Apalagi di sana terdapat beberapa hadits dari nabi shallallahu alaihi wasallam yang menunjukkan celaan bagi sebagian para pedagang atau pelaku bisnis. Di dalam hadits yg shohih, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
(إن التجار يبعثون يوم القيامة فجارا إلا من اتقى الله وبر وصدق)
“Sesungguhnya para pedagang (pengusaha) akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai para penjahat kecuali pedagang yang bertakwa kepada Allah, berbuat baik dan jujur.” (HR. Tirmidzi, Kitab Al-Buyu’ Bab Ma Ja-a Fi At-Tujjar no.1131)
Continue reading →
12.4.12

Anda Sebagai Penumpang atau Pengemudi?

0 komentar
Tadi saya membaca sebuah artikel di web pengusahamuslim.com dengan judul "Anda Sebagai Penumpang atau Pengemudi?"

ada beberapa pelajaran yang saya dapatkan dari artikel tersebut
1. Kesadaran / pilihan
ketika ada yang bertanya pada diri anda "Anda Sebagai Penumpang atau Pengemudi?" maka anda harus melihat pada diri anda, anda harus melihat posisi anda, sebagai penumpang atau pengemudikah saat ini?
kemudian anda tidak cukup hanya menyadari posisi anda, kemudain anda harus memutuskan mau jadi penumpang atau pengemudi? seperti pada artikel sebelumnya.

2. Agenda
Entah sebagai penumpang / pengemudi anda harus memiliki agenda yang jelas.

3. Keyakinan
"Saat Anda yakin dengan instrumen Anda, dalam agenda, Anda bisa melakukan lebih banyak, lebih baik, dan hasil yang lebih baik"

Berikut ini adalah artikelnya :
------------


Anda Sebagai Penumpang atau Pengemudi?
Jika ada hal yang sangat saya yakini pada konsep ini, saya tidak begitu yakin jika ada. Jika saya harus menjelaskan satu konsep, maka jadilah. Saya membicarakan tentang filosofi terkait dengan memiliki dan mengendarai agenda yang dimiliki. Ini merupakan dasar apapun yang saya yakini akan membuat Anda dan orang lain lebih sukses, lebih tertata, tekanan yang berkurang dan pada akhirnya membuat diri mereka lebih bahagia. Saya pribadi tidak menyukai perilaku "satu ukuran yang cocok untuk semua" dan ini mungkin menjadi tamparan tapi saya bersedia mengambil resiko tersebut.
Memiliki dan mengendarai agenda personal menandakan Anda seorang pengendara, bukan penumpang. Artinya Anda harus menempatkan diri pada posisi untuk mencapai apa yang ingin diraih dan tidak mudah merasa kasihan dan tumpuan keinginan orang disekitar Anda. Ini adalah posisi pentingg yang harus diambil. Tidak menempatkan diri Anda di tempat duduk pengendara, tidak memiliki agenda dan tidak menggunakannya akan membuat setiap orang dan semua disekitar Anda mendikte Anda apa yang harus dan tidak boleh dilakukan. Inilah yang membedakan antara Anda akan bekerja dan menginginkan menyelesaikan 3 tugas yang spesifik, mengerjakan dan menyelesaikannya dibandingkan dengan bekerja tanpa adanya agenda, dan hanya mengikuti alur. Anehnya, sekitar 95% orang diluar sana melakukan hal tersebut. Tanpa rencana, tanpa agenda, dan mereka menjadi penumpang permanen.
Ada dua bagian dalam persamaan ini. Bagian pertama adalah dengan memiliki agenda. Ada beberapa kategori agenda; kita hanya membahas versi sehari-hari. Masing-masing hari dan setiap hari, baik hari kerja atau personal, Anda harus memiliki outline mendetail apa yang ingin Anda selesaikan hari itu. Sebuah aturan yang sederhana: semakin detil agenda, semakin baik peluang yang Anda miliki untuk mencapainya. Detail datang dengan apapun sistem yang Anda gunakan untuk mengelola waktu Anda. Agenda Anda akan menjadi detil garis besar penggunaan waktu sehari-hari. Waktu yang Anda investasikan dengan tepat dalam menetapkan Manajemen Waktu setiap harinya, akan memberikan dividen yang besar di akhir hari. Ada hubungan langsung dan tidak terbantahkan antara hasil yang positif dan waktu yang Anda gunakan dalam menyusun agenda. Jangan bingung dengan waktu yang Anda gunakan untuk eksekusi agenda, dengan waktu yang Anda gunakan untuk menyusunnya.
Inilah yang membuat orang sukses berbeda dengan orang yang tidak sukses. Mereka bisa membuat waktu bekerja untuk mereka. Mereka bisa memaksimalkan upaya mereka dan menghasilkan hasil yang lebih banyak dengan diluar kerangka waktu yang sama dibandingkan orang yang tidak mempelajari perlajaran tersebut. Pelajarannya adalah mereka telah mempelajari dengan baik untuk menginvestasikan sejumlah kecil waktunya di spot yang tepat, dengan kegiatan yang tepat, akan membawa benefit yang besar pada saat pelaksanaan. Dalam kasus ini, review dilakukan di penghujung hari. Investasi waktu yang saya maksudkan adalah sejumlah kecil yang dibutuhkan untuk menyusun agenda diawal hari. Konsep yang sederhana, mudah diterapkan.
Berapa banyak waktu yang kita butuhkan disini, 30 menit? 2 jam? Berapa lama dibutuhkan untuk menyusun agenda seseorang setiap harinya? Ini merupakan proses yang tidak berawal dan memiliki tombol stop. Ini berevolusi dan berubah secara konstan, seperti Daftar Kehidupan Anda, Saluran aktivitas, daftar prioritas, To Do List, dan kondite manajeman waktu, semuanya adalah alat yang Anda gunakan untuk mengatur dan menjadi lebih produktif. Saya sadar bahwa saya tidak cukup membantu karena Anda menginginkan waktu tertentu yang bukan merupakan jawaban yang bisa saya berikan. Yang bisa yang saya katakan adalah: setiap detik yang Anda gunakan dalam proses ini akan kembali pada Anda sepuluh kali lipat sebagai peningkatan benefit Anda. Waktu yang digunakan untuk menyusun, menetapkan dan memiliki agenda adalah salah satu cara memaksimalkan diri Anda.
Anda memiliki agenda, sekarang apa yang akan Anda lakukan dengannya? Anda yang mengendalikannya, itulah apa yang Anda kerjakan. Anda tidak perlu membuang waktu berharga untuk membuat karya ini. Ini adalah saat dimana Anda tahu melakukan kegiatan yang tepat di saat yang tepat, tanpa ragu, tanpa tebakan ke dua, dan semuanya dilakukan dalam fase persiapan. Ini adalah tahap produksi; dimana To Do List menjadi Done List. Anda bisa berupaya keras dalam tahap ini karena Anda memiliki keyakinan apa yang Anda lakukan adakah memberikan pemasukan yang besar. Jangan meremehkan faktor keyakinan; ini memainkan peran yang besar dalam kuantitas dan kualitas output Anda dalam tahap menerapkan agenda. Mungkin Anda terheran-heran bagaimana seorang pilot pesawat bisa terbang setinggi 35,000 ribuan kaki di udara, satu jam mengendarai 500 mil dalam kegelapan, melakukannya tanpa takut menabrak sesuatu, pesawat lain misalnya? Dia memiliki keyakinan dengan instrumennya, yang merupakan satu-satunya yang bisa dia operasikan. Saat Anda yakin dengan instrumen Anda, dalam agenda, Anda bisa melakukan lebih banyak, lebih baik, dan hasil yang lebih baik.
Oleh: Bryan Beckstead adalah pencipta dan pengembang Power Time System dan Power Productivity Maximizer serta pemilik Sitebizz.com. powertimesystem.com.
Sumber: Article Source: http://www.leadershiparticles.net
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com
Continue reading →
30.3.12

Menjadi Kepala Semut atau Ekor Gajah

0 komentar
Kemarin, aku merasa telah selangkah ke depan, pagi ini setelah menerima telpon itu, aku merasa telah diseret 10 langkah ke belakang. Namun setelah membaca artikel ini aku merasa didorong lagi 9 langkah ke depan.

Lumayan, setidaknya aku sekarang telah diposisi awalku.

Artkel ini saya dapat dari milis pengusaha muslim, dan menurut saya cukup memotivasi, silakan disimak..

Menjadi Kepala Semut atau Ekor Gajah, 

Apakah mudah menjadi pengusaha? Bagi saya, awal berbisnis adalah survival mode. Betul-betul terpaksa karena terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Ada krisis tahun 1998 yang menyebabkan saya kehilangan pekerjaan, sementara saya harus bertahan dan menghidupi keluarga baru saya.

Waktu itu ada dua pilihan. Mencari pekerjaan baru atau berbisnis sendiri. Saya putuskan berbisnis sendiri.

Enam bulan pertama, boleh dibilang nyaris tanpa order. Klien nol. Hampir putus asa. Sampai terpikir, apakah benar pilihan saya menjadi pengusaha? Jangan-jangan memang mental saya lebih cocok menjadi karyawan.

Dalam situasi ini, orang tua menasihati saya agar berani dan pantang menyerah. Harus sabar dan tekun memang. Alhamdulillah, perlu empat tahun agar bisnis ini memasuki fase titik balik ke arah positif.

Sering saya ditanya, apa dan bagaimana memulai usaha? Kunci wirausaha adalah entrepreneurship. Ini berkaitan dengan sikap mental.

Pertama, umumnya orang enggan menjadi pengusaha karena takut bangkrut, takut tertipu dan lain-lain. Intinya takut akan risiko. Padahal risiko bukan barang asing bagi kita. Semua perbuatan mengandung risiko. Menyeberang jalan misalnya, berisiko tertabrak mobil.

Namun risiko bisa ditekan dengan manajemen yang baik. Jika kita tidak sanggup menanggung bisnis berisiko besar, pilih saja bisnis yang lebih kecil risikonya. Jadi, mulailah dari yang kecil.

Kedua, jangan takut kekurangan modal, selama Anda punya kreativitas. Modal memang penting tapi ini bukan segalanya. Lazim berlaku di kalangan pedagang, menjual cash tetapi membeli dari pemasok dengan bayar di belakang.

Jadi, tidak ada modal uang di sini.

Ide kreatif lebih berguna menjalankan bisnis. Uang berapa pun cepat atau lambat habis jika tidak memiliki ide. Sementara kekuatan ide bisnis akan mengundang uang dengan sendirinya.

Ketiga, berani memulai. Makin cepat akan makin baik. Ibarat sebuah antrean, yang lebih dulu akan mendapatkan kesempatan lebih dulu. Jika selalu ragu-ragu, kita tidak akan pernah memulai dan tidak tahu apakah akan berhasil atau gagal.

Kalaupun di tengah perjalanan ada kegagalan, itu hal wajar. Anggap saja hal itu ongkos belajar. Lebih baik kita gagal di awal daripada gagal di akhir.

Bahkan seringkali yang tadinya kita anggap sebagai kegagalan, ternyata menjadi keberuntungan kita di kemudian hari. Sebab, kegagalan di awal menghindarkan kita dari kerugian yang lebih besar di belakang hari.

Keempat, mengubah mindset atau pola pikir. Think like an entrepreneur. Seorang pengusaha melihat kendala dan krisis sebagai peluang. Jika mindset ini sudah terbangun, kita akan memiliki banyak akal, kreatif, inovatif, berpikir tidak linier, dan mudah mengambil keputusan.

Ketika orang-orang perkotaan memiliki waktu terbatas untuk mencuci, seorang pengusaha mendirikan usaha laundry.

Contoh lain, saya melihat jumlah penumpang di bandara semakin padat. Ini pertanda ekonomi kita makin bagus. Permintaan terhadap jasa angkutan udara juga meningkat. Bisnis penerbangan tentu punya prospek bagus. Makanya, kami berani masuk ke Mandala Airlines.

Ada sebuah pameo, lebih baik menjadi kepala semut daripada ekor gajah. Dengan menjadi pengusaha, kita menjadi kepala, bukan sebatas ekor. Apakah kemudian badan kita besar atau kecil, tentu tergantung bagaimana kita mengelolanya.

Oleh: Sandiaga Salahudin Uno
Continue reading →